Trirejo. TPST 3R Tri Guyub Rukun bersama KKN UMP 2017 kampanye pengolahan sampah ke desa-desa di Purworejo. (31/01).

TPST 3R adalah singkatan dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle. TPST 3R dikelola oleh Karang Taruna Tri Guyub Rukun Desa Trirejo, Kec. Loano. Sosialisasi Bank Sampah adalah salah satu program kerja unggulan dari KKN UMP kelompok 4. Sehubungan dengan tema KKN yang diusung oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun 2017, yakni “Masyarakat Berkemajuan Berbasis Lingkungan”, KKN UMP kelompok 4 bersama dengan beberapa kelompok KKN UMP lainnya sepakat untuk bekerja sama mengadakan Sosialisasi Bank Sampah di desa tempat KKN masing-masing. KKN UMP kelompok 4 selaku koordinator  kegiatan menjadi penghubung komunikasi antara kelompok KKN UMP lainnya dan juga mengatur jadwal untuk sosialisasi bank sampah.

“Dengan adanya sosialisasi Bank Sampah ini diharapkan akan muncul embrio-embrio Bank Sampah di masing-masing desa yang nantinya dapat mengolah sampah secara mandiri, setelah sosialisasi ini berakhir diharapkan masing-masing kelompok KKN UMP 2017 memonitoring dan mendampingi hasil dari sosialisasi”. Ujar Usman, selaku koordinator sosialisasi bank sampah.

Setelah terbentuk bank sampah di masing-masing desa, tetap akan ada pemdampingan secara berkala oleh pihak TPST 3R yang nantinya akan menjadi bank sampah sentral di Purworejo. Adapun desa-desa yang sudah diberi sosialisasi adalah Kalisemo, Kalinongko, Semono, Sutoragan, Winong, Bedono Kluwung, Luweng Lor, Hargorojo, Somorejo, Kedunglo, Cokroyasan, Sokoagung, Bencorejo, Condongsari dan Durensari. Peserta dari setiap desa bermacam-macam dari perangkat desa, karang taruna, kelompok tani maupun warga desa. Salah satu fungsi dari Bank Sampah dan TPST 3R adalah untuk memperpanjang umur TPA dan juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

Balai Desa Sokoagung, Bagelen(Balai Desa Sokoagung, Bagelen)

“Dari sosialisasi saya melihat setiap orang atau kelompok yang dijumpai rata-rata sangat tertarik dengan pengelolaan sampah, menyadari bahwa sampah adalah bahaya laten untuk siapa pun namun mereka saya lihat belum yakin kalau hal ini dapat menghasilkan. Harapanya dari kota sampai pelosok di Purworejo sadar sampah dan memilah sampah”. Ujar Dwi Agus Santoso, selaku ketua PPSM. (UA)